Pahlawan Batik Indonesia

Gremi Online |
'Pahlawan'....
Kata pahlawan berasal dari bahasa Sansekerta yang artinya orang yang menghasilkan atau mampu diartikan sebagai seseorang yang berkualitas atau memiliki kegunaan bangsa , negara , atau agama. Pahlawan ialah orang yang menonjol alasannya ialah keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran , atau pejuang yang gagah berani.

Image Credit
Indonesia memiliki pahlawan nasional berkisar di angka 150an. Jumlah ini tentu saja tidak mengherankan mengingat lamanya usaha Indonesia untuk mampu merdeka dari jajahan penjajah. Bahkan jumlah ini hanyalah sebagian kecil jumlah pahlawan asli Indonesia , biasanya hanya pemimpin-pemimpin usaha saja yang dicatat sebagai pahlawan nasional , melainkan prajurit usaha tidak dikarenakann jumlah mereka yang terampau banyak. 

Izin menjadi pahlawan nasional diberikan oleh presiden , biasanya presiden akan mempertimbangkan banyak hal untuk mempertimbangakna apakah seseorang tersebut layak menjadi pahlawan nasional Indonesia.

Indonesia juga memiliki hari pahlawan yang jatuh pada tanggal 10 November. Hari ini dijadikan sebagai libur nasional untuk menghormati para pahlawan Indonesia yang dengan berani membela tanah air.

Pada keadaan merdeka ketika ini sepertinya kita perlu memperlebar apa arti pahlawan itu. Kalau jaman dahulu pahlawan berarti orang yang melaksanakan perlawanan untuk melawan penjajah biar Indonesia merdeka , konsep ini tidak mampu di gunakan lagi pada ketika ini. Karena dalam bidang keamanan negara atau militer tentu saja Indonesia telah lama merdeka sehingga orang-oran tidak perlu untuk mengangkat senjata untuk mengusir penjajah.

Berubahnya jaman merubah pula konsep pahlawan. Untuk jaman ketika ini , pahlawan mungkin mampu kita lihat pada bidang lain selain keamanan negara. Seseorang yang andal di suatu bidang dan memanfaatkan keahliannya tersbeut untuk kepentingan atau kemanfaatan bangsa Indonesia dapat kita sebut pahlawan. Misalnya orang yang andal berpolitik dan dia menggunakan keahliannya untuk menata politik Indonesia atau menjadi tokoh politik yang menawarkan banyak kemanfaatan bagi bangsa Indonesia dapat kita sebut pahlawan.


Pahlawan Batik Indonesia

Seperti yang disebutkan di atas bahwa seorang pahlawan bukan hanya seseorang yang berperang untuk Indonesia merdeka namun , juga orang yang bermanfaat bagi negara Indonesia. Pada artikel ini akan dibahas mengenai pahlawan batik Indonesia yang berarti bahwa  orang-orang yang bergelut di dunia batik dengan mengembangkan batik Indonesia , sehingga batik yang merupakan budaya miliki bangsa Indonesia mampu berkembang.

Karena tokoh-tokoh inilah batik mulai populer di luar negeri. Berdasarkan data eksport , batik Indonesia meningkat dari hanya 32 Juta Dollar pada tahun 2008 menjadi 300 Juta Dollar atau 3 Trilliun Rupiah pada tahun 2013 , dengan Amerika Serikat , Jerman , dan Korea Selatan sebagai pasar utamanya. Menurut data dari Kementrian Perindustrian , tercatat ada 50 ribu pedagang batik , dengan tenaga kerja sebesar 100 ribu orang.

Kasom Tjokrosaputro

Kasom Tjokrosaputro
Kasom Tjokrosaputro memasuki dunia urusan ekonomi dalam PT. Batik Keris , pada tahun 1971. Seorang putri dari Handoko dan Handiman Tjokrosaputro , melanjutkan urusan ekonomi keluarganya dengan memperluas urusan ekonomi pada produksi tekstil. 

Hal penting mengenai nama urusan ekonomi yang kemudian keluarga memutuskan untuk menggunakan nama perusahaan baru yaitu Danliris atau PT. Dan Liris , mengambil dari kata Jawa “Udan Liris” berarti gerimis. Sama mirip hujan yang mirip sebuah cahaya yang jatuh di animo penghujan untuk menabur benih atau petani menabur benih biar menjadi tanaman yang kuat dan stabil. 

Sehingga urusan ekonomi Danliris diperlukan dapat 'menumbuhkan kekayaan pemegang saham , karyawan , mitra dan masyarakat , khususnya masyarakat sekitar pabrik. Dimulai hanya dengan satu Divisi Tenun pada April 24 , 1974 , Danliris kemudian cepat memperluas bisnisnya pada bidnag pemintalan , pencelupan , finishing , percetakan , serta manufaktur garmen hingga tahun 1976.

Sekarang 35 tahun kemudian , di bawah bimbingan ketua ketika ini , IP Elizabeth Sindoro , istri almarhum Handiman Tjokrosaputro , tongkat telah diteruskan ke generasi ketiga , dengan Michelle Tjokrosaputro ketika ini di pucuk pimpinan dengan 7.500 karyawan. 

Meskipun tantangan yang dihadapi dalam beberapa tahun terakhir , Michelle dan tim telah mempertahankan visi progresif untuk Perusahaan ketika menerapkan pendekatan proaktif dan budaya kolaboratif , mirip yang digambarkan oleh motto perusahaan "Bergerak Bersama Menuju Keunggulan."


Go Tik Swan


Go Tik Swan
Dalam Roh Indonesia , sebuah buku yang diterbitkan oleh Yayasan Batik Indonesia , Go Tik Swan disebut sebagai "artis batik yang paling dihormati dari Jawa ".

"Dia ialah guru bagi para andal batik di seluruh dunia” berjulukan lengkap Kanjeng Raden Temenggung Hardjonagoro Go Tik Swan yang meninggal pada 5 November 2008. Sepanjang hidupnya , Go Tik Swan telah mendesain lebih dari 200 motif batik Indonesia , terpajang di banyak sekali museum international.

Go Tik Swan mengatakan , “seseorang tidak pernah mampu menjadi seniman batik yang baik kecuali ia ialah spesialis dalam budaya Jawa. Orang-orang yang mampu menari tarian tradisional Jawa umumnya juga mampu membatik".

Di halaman belakang rumahnya di Kratonan , Surakarta ada sebuah bangunan bambu yang ia gunakan sebagai bengkel batiknya. Disanalah , sejumlah perempuan tua sibuk bekerja membatik.

Kreasi telah membuat batik mereka masuk ke dalam koleksi banyak sekali museum di Australia dan Eropa. Di antara salah satu karyanya yang disebut Batik Parang Kusuma Mega , yang didedikasikan untuk Megawati Soekarnoputri ketika ia menjadi wakil presiden.

Go Tik Swan dikenal sebagai desainer batik berpengalaman. Gayanya sebenarnya campuran dari motif warna-warni dari bagian utara Jawa Tengah dan motif sogan tempat selatan Jawa Tengah. Sogan ialah teknik pewarnaan batik di mana hanya warna lilin yang digunakan dan tidak ada yang lain.

Etty Soeliantoro Soelaiman , kepala asosiasi batikmakers lokal , Sekar Jagad , mengatakan bahwa Go Tik Swan ialah salah satu pencipta motif yang paling dihormati di Indonesia.

Go Tik Swan berperan pula membuat batik bagi ayah Megawati , presiden pertama Indonesia Soekarno , yang menginginkan dia untuk membantu melestarikan banyak sekali motif batik etnik dari banyak sekali belahan Jawa.

Seniman bertemu Sukarno pada ketika ia belajar sastra Jawa di Universitas Indonesia. Pada tahun 1954 Sukarno menghadiri pesta ulang tahun universitas dan Go Tik Swan melaksanakan tari Jawa Gambir Anom , yang menawarkan kesan yang mendalam pada presiden.

Sukarno bertemu dengannya di belakang panggung ketika itu persahabatan mereka dimulai. Presiden memintanya untuk membantu mengatur wayang Jawa biar bermain sebulan sekali di Istana Negara.

Kemudian , Sukarno mengetahui bahwa Go Tik Swan berasal dari keluarga batik di Surakarta. Suatu hari , Sukarno meminta Go Tik Swan untuk membuatkannya batik dan ia bangga mampu pamer ke tamu gila ketika itu.

Meskipun ia terdidik , Go Tik Swan tidak menggunakan rute teknis untuk memenuhi peran presiden dengan melaksanakan studi pustaka pada batik Indonesia. Namun , ia pergi ke pusat batik Jawa bagian utara , mirip Tuban , Demak , Cirebon dan Kudus.

Di setiap kota yang dikunjunginya , Go Tik Swan tidak hanya mengamati seni , tetapi juga mencari bimbingan rohani dengan bermeditasi di tempat-tempat suci , mirip Masjid Agung Demak , Makam Sunan Bonang di Tuban dan makam Sunan Gunung Jati di Cirebon. Perjalanan spiritualnya untuk batik khas Indonesia membawanya kemana-mana.

Kemudian pada tahun 1955 , ia bertemu dengan Tjan Tjoe Sien , spesialis dalam budaya Jawa , yang mengundangnya ke Bali. Di sana mereka tinggal di rumah Walter Spies , pelukis Belanda di desa Campuran , Ubud. Setiap malam , Go Tik Swan bermeditasi di gua bersahabat kediaman pelukis Belanda tersebut.

Kemudian ia pulang setelah merasa yakin konsep untuk batik khas Indonesia yang Presiden Soekarno perintahkan telah terbentuk dalam benaknya.

Go Tik Swan mempertahankan hubungannya dengan keluarga Soekarno. Ketika ia merayakan ulang tahun ke 70-nya , Hartini , salah satu istri Soekarno , memberinya fotonya dan Sukarno , dan Megawati memberinya gelas kristal.

Untuk dedikasinya pada batik , ia mendapatkan penghargaan Budaya Bhakti Upradana pada tahun 1993 dari Pemprov Jawa Tengah. Istana Surakarta menganugerahinya gelar kehormatan kerajaan Kanjeng Raden Temenggung (KRT) Hardjonagoro. Selain itu , Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga menawarkan Tanda Kehormatan Bintang Budaya Parama Dharma kepada Go Tik Swan di tahun 2011.

Batik tidak hanya bidang keahliannya. Ia juga berpengalaman dalam budaya Jawa , khususnya sejarah keris , arsitektur dan arkeologi. Sebagai penggemar arkeologi , rumahnya kuni mirip museum , dengan barang-barang antik yang ditempatkan di semua kamar. Pada tahun 1985 , ia menyumbangkan 45 patung kuno dari koleksinya kepada pemerintah alasannya ialah ia tahu bahwa artefak ini harus di bawah perlindungan pemerintah.


Iwan Tirta

Iwan Tirta
Nursjirwan Tirtaamidjaja , juga dikenal sebagai Iwan Tirta , ialah salah satu seniman batik serta desainer terkenal di Indonesia. Koleksinya terkenal dan begitu juga butik-Nya , fashion show mewah , dan desain kain. Alm. Iwan Tirta sering dikenal sebagai seseorang yang memperkenalkan batik Indonesia ke seluruh dunia.

Alm. Iwan Tirta belajar di London School of Economics dan Yale Law School. Kesukaannya pada batik berkembang ketika dia memenangkan hibah penelitian dari The John D. Rockerfeller III Fund. Alm. Iwan Tirta memulai sebuah proyek penelitian pada tarian suci Susuhunan Kerajaan Surakarta. Di sana , dikelilingi oleh kehidupan etnis Jawa Tengah , dia mengasah minat barunya dalam kain Jawa. Minatnya dirangsang oleh koleksi batik ibunya , yang termasuk beberapa batik terbaik Indonesia.

Dia segera mengakui pentingnya untuk mendokumentasikan dan melestarikan seni dan kerajinan batik. Dia melaksanakan tanggung jawabnya dengan mencatat evolusi batik dengan waktu berminggu-minggu yang ia habiskan di museum , kota dan desa untuk mengumpulkan sampel dan menelusuri asal-usul dan perkembangan seni batik.

Tahap kedua dari "kesadaran batik" nya memuncak pada tahun 1966 ketika ia menyelesaikan sebuah buku berjudul Pola dan Motif Batik , merinci aspek historis dan sosiologis dari batik.

Elemen desain yang direkonstruksi , dihidupkan kembali , dan up-to-date , sehingga menjaga eksistensi batik di Indonesia maupun di dunia. Desain mewah namun , tradisionalnya telah muncul di halaman-halaman majalah internasional mirip Voque , Harper Bazaar , Arsitektur Digest , New York Times , Asia Weeks , National Geographic dan lain-lain.

Pengagum setianya mulai dari setiap tingkat masyarakat , termasuk aristokrasi dan kerajaan. Dia telah mengadakan pameran dan fashion show pertama untuk wanita di  Indonesia dan bagi pemerintah Indonesia , menampilkan koleksinya untuk mengunjungi anggota kepala negara dan kerajaan mirip Ratu Elizabeth II , Ratu Sophie dari Spanyol , Ratu Juliana dari Belanda dan Bill Clinton.

Dia juga menyajikan dan merancang khusus Batik untuk setiap kepala negara yang datang untuk Konferensi Ekonomi Asia Pasifik yang diselenggarakan di Jakarta pada tahun 1994.

Baik Ronald Reagan ataupun Bill Clinton telah memakai desain Batik dari Alm. Iwan Tirta pada acara-acara kenegaraan resmi. Dan baru-baru ini , Alm. Iwan Tirta diminta untuk merancang motif batik untuk George W. Bush dan istrinya.

Bahkan , Nelson Mandela juga begitu terpesona dengan batik sehingga menurutnya desain batik dari Alm. Iwan Tirta merupakan sebuah keharusan. Dia bersikeras membuat batik tradisional yang mendukung kemeja batiknya ketika ia dipanggil oleh Ratu Elizabeth II di Istana Buckingham. Nelson Mandela juga mengenakan batik ketika bertemu George Bush di ruang Oval di Washington , DC

Politisi bukan satu-satunya penggemar desain Batik dari Alm. Iwan Tirta , tetapi juga para selebriti internasional mirip Roger Moore yang terinspirasi oleh karya seninya yaitu kerajaan Indonesia.

Beberapa tahun kemudian ada saat-saat sulit juga duduk perkara keuangan dan penyakit stroke , tetapi dia selalu setia untuk mengembangkan batik. Ia mimilih cabang baru dengan menempatkan motif batik pada keramik dan perak , dan masih mampu berjalan ke sekitar lingkungannya dengan menggunakan tongkatnya.

Baliau meninggal pada 31 Juli 2010 pada usia 75 tahun. Beliau meninggal alasannya ialah komplikasi yang menyerang organ-organ utamanya.

Seni maestro rupanya juga mewariskan 6000 desain batik untuk PT. Pusaka Iwan Tirta yang akan menjaga warisan dari Alm. Iwan Tirta untuk melayani masyarakat yang mencintai desain Alm. Iwan Tirta.


Hartono Sumarsono

                                             Hartono Sumarsono
Tidak mirip ketiga pahlawan batik sebelumnya yang merupakan seorang seniman baik , Hartono Sumarsono merupakan kolektor batik paling gila di Indonesia. Dialah yang menyelamatkan batik Indonesia yang jatuh ke tangan kolektor gila yang kemudian ia kembalikan lagi ke Indonesia.

Dari ribuan batik yang ia koleksi , 300 diantaranya dianggap sangat langka dan rupawan , termasuk diantaranya batik Von Franquemont , batik dongeng Metzelaar , Padmo Soediro , serta batik Van Zuylen.

Hartono Sumarsono (57) mengenal batik semenjak ia masih duduk di bangku SMA yaitu sekitar awal 1970an. Ketika itu ia ikut pamannya untuk berdagang batik di Pasar Tanah Abang. Lulus SMA , Hartono berjualan batik sendiri di pasar tanah abang juga.

Kemudian beliau suka untuk berjalan-jalan di kios-kios barang antik di jalan surabaya , Jakarta. Pengetahuannya wacana batik membuatnya masuk dalam komunitas kolektor batik antik atau batik maduran yang mempesona. Dia sangat prihatin ketika batik-batik kuno Indonesia dibawa ke luar Indonesia oleh kolektor-kolektor asing. 

Salah satu koleksi batik rupawan dan langkan beliau yaitu batik biru lasem yaitu batik yang berusia 1200 tahun yang dihiasi dengan motof binatang dan guratan primitif. Pada batik itu terdapat binatang legenda kilin (singa) yang menurut mitos cina hal ini berarti merupakan kemunculan tokoh penting , selain itu ada pula burung hong yang melambaikan wanita utama , ikan makara yang malambangkan ketahanan dan perjuanag dll. 

Hartono bersama istrinya berencana untuk membuat ruang pamer untuk koleksinya biar koleksinya tersebut dapat dinikmati oleh orang banyak. Yang terperinci dia tidak akan melepas koleksi batik kunonya biar batik tersebut tidka jatuh ke tangan asing.